Laman

JAMU SESAK NAFAS, ASMA SEMBUH PERMANEN

Kabar gembira, Bagi anda atau saudara/teman anda yang menderita sesak napas,asma, karena merokok atau sebab lain, kini tersedia obatnya, InsyaAllah sembuh, 90 % pasien kami sembuh total, minimal bebas kertegantungan obat. Bagi anda yang ingin mencoba (sample gratis), SMS nama dan alamat , kirim ke 081392593617. Klik Disni

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tampilkan postingan dengan label Gunung Sindoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Sindoro. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

Warta Temanggung : 25.370 Kelompok Rentan Bencana Sindoro Diprioritaskan

MI/Tosiani/wt
TEMANGGUNG : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah, mencatat sedikitnya ada 25.370 jiwa di Lereng Gunung Sindoro yang masuk kelompok rentan. Mereka terdiri atas lansia, wanita hamil, balita, dan penyandang cacat. 

"Bila terjadi erupsi Gunung Sindoro, (sebanyak) 25.370 jiwa kelompok rentan ini akan mendapat prioritas untuk diungsikan lebih dulu," terang Kasi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Eko Suprapto, Selasa (3/1). 

Menurut Eko, puluhan ribu kelompok rentan itu tersebar di lima kecamatan. Semuanya masuk kawasan rawan bahaya (KRB) II dan III. 

Ia memerinci, di Kecamatan Candiroto terdapat 3.664 jiwa kelompok rentan. Di Kecamatan Ngadirejo ada 8829 jiwa. Kecamatan Kledung terdapat 3.678 jiwa. Lainnya di Kecamatan Parakan sejumlah 2.810 jiwa, dan Kecamatan Bansari 6.389 jiwa. 

Nantinya, lanjut Eko, warga yang mengidap penyakit menular akan ditempatkan di lokasi pengungsian khusus. 

"Tapi sampai sekarang belum ada data penderita penyakit menular, sehingga kami juga belum ada tempat pengungsian khusus untuk itu. Nanti masih akan kita lihat perkembangannya lebih lanjut," ujarnya. (TS/OL-10)

Sumber : MICOM
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga:

Gunung Sindoro : Pemkab Temanggung Siapkan Lima Jalur Evakuasi

TEMANGGUNG : Kasi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Jawa Tengah, Eko Suprapto mengatakan pihaknya telah menyiapkan lima jalur evakuasi jika terjadi letusan Gunung Sindoro. 

Dari lima jalur evakuasi itu, tiga titik terdapat di Kecamatan Ngadirejo, dan dua titik di Kecamatan Candiroto. Lima jalur evakuasi itu berada di kawasan rawan bahaya dua (KRB 2). 

"Memang sesuai rekomendasi Badan Geologi, kalau meletus hanya warga yang di KRB dua yg di evakuasi. Soalnya berjarak lima kilometer dari puncak kecuali kalau jenis letusannya eksplosif, maka 

semua yang di KRB tiga juga kita ungsikan," kata Eko, Senin (2/1). 

Namun berdasarkan informasi yang didapatnya dari Badan Geologi, kata Eko, kemungkinan besar letusan Gunung Sindoro hanya 1 banding 1.000 dari letusan Gunung Merapi. Karena itu diprediksi letusan Sindoro lebih kecil dan tidak terlalu membahayakan. 

Di lokasi KRB dua dihuni oleh 625 jiwa di Dusun Sibajak dan 667 jiwa di Dusun Canggal Tengah. Keduanya masuk Desa Canggal, Kecamatan Candiroto. 

Sedangkan KRB dua yang masuk Kecamatan Ngadirejo terdapat di Desa Katekan yang terdiri dari empat dusun, yaitu Dusun Katekan dihuni 2437 jiwa, Dusun Bakalan dihuni 1000 jiwa, Dusun Jumprit ada 842 jiwa, dan Dusun Pringsewu dihuni 1711 jiwa. 

"Sedangkan untuk KRB tiga dihuni 96.605 jiwa. Mereka baru akan kita ungsikan jika nanti ternyata letusannya besar," ujar Eko. (TS/OL-04)

Sumber : MICOM
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga:

Senin, 02 Januari 2012

Kabar Temanggung : Aktivitas Gunung Sindoro Masih Sulit Diprediksi

TEMANGGUNG--MICOM: Pengamat Gunung Sindoro dan Sumbing, Yuli Rahmatulloh, mengatakan, aktifitas Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung - Wonosobo, hingga Minggu (1/1), masih sulit diterka. 

"Sampai sekarang masih fluktuatif dan statusnya masih waspada atau level dua. Kami juga belum tahu dan belum bisa memastikan bagaimana selanjutnya. Jadi diikuti saja, ini permainan baru Sindoro," ungkap Yuli, Minggu (1/1). 

Selain itu, kata Yuli, pengamatan terhadap Gunung Sindoro juga kerap terkacaukan oleh cuaca yang tidak menentu. Alat pengukur deformasi gunung belakangan juga masih belum bisa digunakan karena cuaca selalu mendung dan berkabut. 
Pengamatan yang dilakukan terhadap gunung itu hanya mengandalkan alat pemantau kegempaan saja. 

Sementara itu, data kegempaan yang terekam seismograf di Pos Pemantau Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Temanggung, pada Juma (30/12) lalu terjadi satu kali gempa vulkanik dalam, satu kali vulkanik dangkal, satu kali tektonik lokal, dan satu kali tektonik jauh, serta empat kali embusan. Suhu di kisaran 24-27 derajat Celcius, dan kelembaban udara 74-82%. 

Peningkatan kegempaan terlihat pada Sabtu (31/12), yakni empat kali vulkanik dalam, dua kali vulkanik dangkal, satu kali tektonik lokal, dan 16 kali embusan. Suhu udara di kisaran 24-28 derajat celcius, dan kelembaban udara 82-86%. 

"Secara visual pada 30 Desember cuaca terang tapi mendung, angin bertiup tenang dan sedang dari arah selatan. Gunung tampak jelas, lalu sepenuhnya berkabut. Begitupun pada 31 Desember, tapi ada satu kali hujan gerimis,"kata Yuli. (TS/OL-3) 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga:

Minggu, 01 Januari 2012

Gunung Sindoro : Berpotensi Letusan Freatik

Metrotvnews.com, Temanggung: Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, meskipun saat ini berstatus waspada berpotensi terjadi letusan freatik.


"Saat status gunung tersebut waspada, bisa saja terjadi letusan jenis freatik, maka masyarakat dilarang mendaki hingga radius dua kilometer dari puncak," kata petugas Pos Pengamat Gunung Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Yuli Rahmatullah, di Temanggung, Kamis (29/12).


Secara fisik, tidak ada gejala yang mengarah pada letusan freatik yang bisa diamati. Hanya bisa dideteksi dari kegempaan yang terus meningkat. "Berdasarkan catatan sejarah, letusan Sindoro beberapa kali freatik. Namun hingga letusan terakhir tahun 1970 belum ada pos pengamatan di sini, jadi belum diamati," katanya.


Pos Pengamatan Gunung Sindoro dan Sumbing berdiri pada 1985. Petugas yang lain, Sumaryanto, mengatakan, letusan freatik tidak bersumber dari magma. Letusan freatik adalah letusan yang terjadi oleh adanya tekanan gas.


"Namun, bisa jadi sangat berbahaya karena saat terjadi letusan freatik mungkin ada lontaran batu meskipun ukuran kecil, namun panas. Jadi kami khawatir jika ada warga atau pendaki yang nekat naik ke puncak," katanya.


Data seismik Gunung Sindoro pada Rabu (28/12), terjadi satu kali gempa vulkanik dalam dan 11 kali gempa embusan.(Ant/BEY)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga:

Rabu, 28 Desember 2011

Kabar Sindoro : PVMBG Terus Pantau Aktivitas Gunung Sindoro

Metrotvnews.com, Temanggung: Sejak statusnya meningkat menjadi 'Waspada Level Dua', para petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) semakin intensif melakukan pengamatan aktivitas Gunung Sindoro di Temanggung, Jawa Tengah. Meski demikian, status tersebut tidak mengganggu aktivitas warga di lereng Gunung Sindoro.

Meningkatnya aktivitas Gunung Sindoro, yang berada di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, membuat petugas PVMBG bekerja ekstra memantau gunung yang sudah 41 tahun tertidur itu. Erupsi terakhir Gunung Sindoro memang terjadi pada tahun 1970 silam.(RIZ)
Mau uang gratis ?  Klik Disini !
Baca Juga:

Berita Temanggung : Gubernur Instruksikan Temanggung Antisipasi Gunung Sindoro

TEMANGGUNG--MICOM: Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menginstruksikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung melakukan upaya antisipasi bila terjadi letusan Gunung Sindoro agar tidak sampai membahayakan rakyat dan menimbulkan korban jiwa. 

"Jangan abaikan fenomena alam. Harus ada upaya antisipasi untuk meminimalisir korban. Jadi harus terus dilakukan sosialisasi agar tidak membahayakan rakyat. Saya harap kalau memang rawan, ada antisipasi dulu agar jadi pertimbangan ke depan," ujar Bibit, di Temanggung, Selasa (27/12). 

Menurut Bibit, pihaknya telah menerima laporan resmi terkait aktifitas Sindoro. Sejauh ini, kondisi gunung di perbatasan Temanggung - Wonosobo itu dinilai belum mengkhawatirkan. Terkait hal ini, ia meminta masyarakat lebih percaya informasi dari Badan Vulkanologi. 

"Seismograf merekam perkembangan Sindoro terus. Sampai saat ini tidak membahayakan karena kandungan magma dangkal, sehingga daya dorongnya kecil," katanya. 

Pengamat Gunung Sindoro dan Sumbing, Prawoto, menambahkan, hingga saat ini aktifitas Gunung Sindoro masih fluktuatif. Karena itu pihaknya belum bisa menyimpulkan lebih jauh. 

"Masih fluktuatif sampai saat ini," katanya. 

Sementara itu data. Kegempaan pada Senin (26/12) terjadi empat kali gempa vulkanik dalam, lima kali gempa vulkanik dangkal, satu kali tektonik lokal, dan 31 kali hembusan. Suhu berkisar antara 23-26 derajat celcius. Kelembaban udara antara 84%-88%. 

"Secara visual cuaca Gunung Sindoro terang lalu mendung. Angin sedang bertiup ke arah barat. Gunung tampak lalu berkabut. Terjadi satu kali hujan skala sedang. Saat ini masih status Waspada," kata pengamat Gunung Sindoro Yuli Rahmatulloh. 

Selain itu, imbuh Yuli, sampai saat ini cuaca masih kerap mendung dan berkabut. Karena itu pihaknya masih belum bisa melakukan pengukuran deformasi atau perubahan bentuk fisik gunung. Pengukuran tidak bisa dilakukan sejak 23 - 27 Desember ini. (TS/OL-3)
Mau uang gratis ?  Klik Disini !
Baca Juga:

Selasa, 27 Desember 2011

Temanggung News : Gunung Sindoro Belum Aman

Metrotvnews.com, Temanggung: Aktivitas Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, masih fluktuatif. Gempa embusan pun masih terus terjadi.

Pantauan pos pengamatan Gunung Sindoro di Desa Gentingsari, Bansari, Temanggung menyebutkan, selama dua hari ini tak ada gempa vulkanik di gunung itu. Asap sulfatara juga sudah lenyap dari puncak gunung. 

Hanya, data seismograf selama dua hari ini masih mencatat ada 11 kali gempa vulkanis dangkal dan dalam. Tapi gempa embusan juga cenderung tinggi: 51 kali.

Status Gunung Sindoro kini masih waspada. Tak ada seorang pun yang boleh mendekati kawah gunung dalam radius dua kilometer. Warga diimbau selalu waspada.

Di lain tempat, status Gunung Kawah Ijen juga masih siaga. Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Berapi Wilayah Barat Hendra Gunawan mengatakan, aktivitas kegempaan Gunung Ijen masih fluktuatif.

Data pos pemantau dan pengamatan Gunung Ijen menunjukkan adanya  gempa baru berupa gempa low frekwensi sebanyak tujuh kali. Air Kawah Ijen juga berbahaya. Warnanya telah berubah dari biru menjadi putih. Berbuih pula. 

Sesekali juga terdengar suara air mendidih dari Kawah Ijen. Kawah mengeluarkan asap menyengat tenggorokkan. Warga sekitar gunung diminta waspada.(ICH)
Mau uang gratis ?  Klik Disini !
Baca Juga:

Sabtu, 24 Desember 2011

Warta Temanggung : Aktivitas kegempaan Gunung Sindoro ceemanggung : Aktivitas kegempaan Gunung Sindoro cenderung turun

Temanggung (ANTARA News) - Aktivitas kegempaan Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir cenderung menurun, namun status gunung api ini masih tetap waspada.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Sumaryanto di Temanggung, Jumat menyebutkan, pada Senin (19/12) terjadi gempa vulkanik dalam enam kali, vulkanik dangkal 13 kali, tektonik jauh satu kali, tektonik lokal empat kali, dan gempa hembusan 15 kali.

Namun, pada hari berikutnya Selasa (20/12) kegempaan turun drastis, yakni terjadi gempa tektonik jauh dua kali, tektonik lokal satu kali, dan gempa hembusan dua kali. 

Pada Rabu (21/12) kembali terjadi gempa vulkanik dalam dua kali, tektonik jauh tiga kali, tektonik lokal dua kali, dan gempa hembusan tiga kali.

"Data seismik terakhir yang telah kami catat pada Kamis (22/12) hanya terjadi gempa vulkanik dalam satu kali, tektonik jauh satu kali, dan gempa hembusan dua kali," katanya. 

Ia mengatakan, meskipun mengalami penurunan kegempaan, hingga saat ini status Gunung Sindoro tetap waspada.

Menurut dia, meskipun aktivitas Sindoro menunjukkan penurunan, tetap diberlakukan radius berbahaya dua kilometer dari puncak.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pendakian hingga ke puncak gunung atau memasuki radius berbahaya.

"Meskipun ada kecenderungan menurun, aktivitas gunung ini masih fluktuatif, setelah turun, kemungkinan bisa naik lagi," katanya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak panik dan beraktivitas seperti biasa.

Ia mengatakan, munculnya isu akan terjadi letusan besar pada 26 Desember 2011 mendatang tidak perlu dipercaya karena tidak memiliki dasar yang kuat.

"Isu tersebut jangan dipercaya. Kami yang memantau perkembangan aktivitas Sindoro akan selalu melaporkan perkembangannya pada Pemkab Temanggung untuk disampaikan ke masyarakat," katanya. (U.H018/I007)

Mau uang gratis ?  Klik Disini !
Baca Juga:

Minggu, 18 Desember 2011

Kabar Temanggung : Warga Terganggu Isu Gunung Sindoro Meletus

Metrotvnews.com, Temanggung: Warga Temanggung, Jawa Tengah, kembali resah akibat isu yang beredar tentang meletusnya Gunung Sindoro. Keresahan warga ini sudah yang ke dua kalinya, sehingga menyebabkan warga terpaksa bersiap untuk mengungsi.

Isu yang beredar beberapa hari ini bahwa Gunung Sindoro akan meletus tanggal 26 Desember nanti, menimbulkan keresahan warga yang berada di zona bahaya letusan Sindoro. Tampak warga di dusun Sibajak, Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, merasa resah dan bersiap akan mengungsi terkait beredarnya isu tersebut.
Mau uang gratis ?  Klik Disini !
Untuk meredam keresahan warga, sejumlah petugas dari Badan SAR Nasional turun ke rumah-rumah warga, untuk memberikan penjelasan tentang keadaan Gunung Sindoro dan meminta warga untuk tidak mempercayai isu tersebut.

Berdasarkan pantauan petugas di pos pengamatan, aktifitas Gunung Sindoro masih belum stabil. Sejak kemarin secara keseluruhan telah terjadi 43 kali kegempaan. Yakni 15 kali gempa vulkanik dangkal, 9 kali gempa vulkanik dalam, dan 18 kali gempa hembusan.(DNI)

Baca Juga

Sabtu, 17 Desember 2011

Warta Temanggung : Aktivitas Gunung Sindoro belum Membahayakan

TEMANGGUNG--MICOM: Aktivitas Gunung Sindoro di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, saat ini belum membahayakan. Masyarakat sekitar gunung tersebut masih dapat beraktivitas seperti biasa. 

"Kami mengimbau masyarakat lereng Sindoro agar tetap tinggal dan beraktivitas seperti biasa," kata Kepala Bidang Pengamatan Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Toto Hendarso pada rapat koordinasi penanganan bencana Gunung Sindoro di Temanggung, Kamis (15/12). 

Hadir dalam rapat antara lain Bupati Temanggung Hasyim Afandi, Kapolres Temanggung Ajun Komisaris Besar Kukuh Kalis Susilo, Dandim 0706 Letkol Inf Zainuddin, Kajari Temanggung Taufik Hidayat, dan para camat se-Kabupaten Temanggung.

Toto mengatakan, peningkatan aktivitas Gunung Sindoro yang membuat sebagian warga memilih mengungsi justru semakin meresahkan warga lain. "Masalah pengungsian, nanti kami akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten (pemkab) dan pemkab yang akan mengatur proses tersebut. Tugas kami melakukan pemantauan secara rutin terhadap aktivitas gunung," paparnya.
Mau uang gratis ?  Klik Disini !
Ia mempersilakan masyarakat tetap beraktivitas. Namun, jika status gunung sudah meningkat menjadi awas, baru direkomendasikan agar dievakuasi. Saat ini, ujarnya, petugas terus mengamati perkembangan Gunung Sindoro dan secara rutin setiap hari melaporkan kondisi terkini. 

Laporan tersebut merupakan salah satu pertimbangan pemkab dalam menentukan kebijakan terkait penanganan. "Sudah kami laporkan secara rutin setiap hari, termasuk ke Polres dan 
Kodim," ucapnya. 

(Ant/OL-01)

Baca Juga
Bisnis Online Paling Meunguntungkan
Aduh maaak, terima kasih Tuhan, terima kasih webmaster. Saya bisa kuliahkan anak dan membantu biaya berobat ibu saya yg sakit dengan dana ini. Setelah itu saya betul2 percaya bahwa program bisnis ini bener2 bekerja. Sejak itu saya mulai aktif mempromosikan bisnis ini ke siapa saja, lewat email, milis, sms, dll. Sekarang hasilnya sudah lebih dari 500 juta masuk ke rekening bank saya. Sekali lagi terima kasih webmaster program 5 milyar
. Klik Disini

Salam, Bambang Widjatmoko, Surabaya (Kesaksian)