Foto: Parwito/detikcom |
Temanggung - Tembok pagar (talud) depan perusahaan pengolahan kayu lapis (playwood) PT Sekawan Sumber Sejahtera (PT SSS) sepanjang 30 meter dan tinggi 6 meter di Jalan Raya Ambarawa-Secang Km 13, Jateng tepatnya di Desa Rejosari, Kecamatan Pringsurat, Temanggung, Jateng runtuh. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini namun sebanyak 58 sepeda motor karyawan PT SSS ringsek.
Dua warung yang terletak di depan perusahaan dan sebuah kantin sudah dalam kondisi rusak. Akibat kejadian itu diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun detikcom di tempat kejadian Selasa (20/12/2011) talud ini diperkirakan runtuh pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Pasalnya sehari sebelumnya Senin (19/12/2011) telah terjadi hujan selama lima jam dimulai sekitar pukul 18.00 WIB.
"Waktu itu puluhan karyawan masih bekerja di bagianya masing-masing di dalam perusahaan pengolahan kayu. Tiba-tiba ada seorang warga sekitar memberitahukan bahwa tembok depan pabrik runtuh. Untung saja kejadianya pas shift malam. Kalau shift siang bisa ratusan sepedamotor yang rusak,” ungkap Yulianto (26) warga Desa Rejosari, Kecamatan Pringsurat, Temanggung, Jateng.
Yulianto memperkirakan runtuhnya talud akibat labil dan gambutnya tanah bagian depan perusahaan. Sebab, tanah liat berwarna merah itu juga bercampur dengan kulit pohon sisa pengolahan kayu menjadi triplek (playwood).
Selain itu pada bagian atas depan tertumpuk ratusan kubik kayu pinus yang merupakan bahan baku playwood.
"Perkiraanya selain tanah labil dan gambut, beban tumpukan kayu pinus mengakibatkan runtuhnya talud. Selain itu hujan deras yang mengguyur hingga lima jam lebih mengakibatkan semakin lenturnya tanah," ungkap Yulianto.
Mau uang gratis ? Klik Disini !
Hingga pukul 14.45 WIB, ratusan karyawan PT SSS dibantu dengan aparat TNI-Polri masih berupaya melakukan proses evakuasi sepeda motor. Mereka menggunakan peralatan manual seperti palu godam, cangkul dan linggis untuk berupaya mengeluarkan sepeda motor yang sudah dalam kondisi ringsek.
Puluhan karyawan PT SSS yang mempunyai karyawan 500 lebih itu sebagian duduk termenung meratapi nasib sepeda motor mereka yang rusak akibat runtuhnya talud.
Kejadian itu mengakibatkan ratusan warga Desa Rejosari, Kecamatan Pringsurat berduyun-duyun ingin menyaksikan kejadian itu. Bahkan ada beberapa warga yang mengabadikan runtuhnya talud dengan menggunakan kamera handphone mereka.
Akibatnya, arus lalu lintas Jalan Raya Semarang-Temanggung-Magelang-Yogyakarta dalam kondisi padat merayap sebab banyak pemakai jalan yang berhenti sejenak ingin menyaksikan runtuhnya tembok berupa talud itu.
Sejumlah petugas polisi lalu lintas berjaga-jaga disekitar kejadian untuk mengurai serta mengatur kelancaran lalu lintas di sepanjang jalan raya jalur Semarang-Temanggung-Magelang-Yogyakarta itu.
Baca Juga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar